Persebaran Benda Cagar Budaya di Kabupaten Kediri

BCB JPG

Wilayah Kabupaten Kediri memiliki peran yang sangat penting dalam kesejarahan Bangsa Indonesia pada masa klasik. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya Kerajaan Kediri yang muncul pada “Era Jawa Timur,” sedangkan nama Kediri pada mulanya memang sudah dikenal sejak masa Kerajaan Mataram Hindu yang berpusat wilayah jawa bagian tengah (sekitar Prambanan – Borobudur) sampai pada perkembangan selanjutnya melalui proses challenge and respons, hingga pusat Kerajaan berada di wilayah Kabupaten Kediri sekarang.

Bukti pentingnya peran Kediri dalam peradaban Jawa dan Indonesia terlihat dari banyaknya benda cagar budaya yang ditemukan di wilayah Kabupaten Kediri. Peninggalan-peninggalan sejarah tersebut beragam, dari masa Mataram Hindu, Kerajaan Kadiri, Majapahit hingga masa kolonial terserak hampir di seluruh wilayah Kabupaten Kediri. Beberapa yang bernilai lebih dan dirasa penting disimpan di Museum Nasional, Museum Mpu Tantular, dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur di Trowulan seperti penemuan mahkota emas berhias batu berharga (Garudeya) di Wates beberapa puluh tahun lalu. Kewenangan atas benda cagar budaya ini di bawah lembaga teknis yang menangani yaitu Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur di Trowulan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kediri dan instansi terkait lainnya seperti Balai Arkeologi Yogyakarta (yang membawahi wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, dan Bali).

Temuan-temuan benda cagar budaya menunjukkan tingginya peradaban Kediri di masa lalu sebagaimana juga Kerajaan Kadiri yang terkenal atas kebudayaan yang mengiringinya seperti Kesenian Panji, Kesenian Jaranan/Kuda Lumping, karya-karya sastra, hingga Jangka Jayabaya yang banyak dikenal sebagai prediksi masa depan. (Dee)